Perjanjian Kerjasama Assembling

December 4th, 2013 No comments

Perjanjian ini dibuat pada hari ini, oleh dan antara*):
1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]
Dalam hal ini bertindak sebagai presiden direktur dari dan sebagai demikian untuk dan atas nama perseroan terbatas; PT. [X] berkedudukan di [................].

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]
Dalam hal ini bertindak sebagai direktur dari dan sebagai demikian untuk dan atas nama perseroan terbatas PT [Y], berkedudukan di [............................].

Para pihak menerangkan:
1. Bahwa perseroan terbatas PT X selanjutnya akan disebut juga PIHAK PERTAMA, adalah agen tunggal /pemegang merek dari kendaraan bermotor merek: ‘‘…….’’.
2. Bahwa perseroan terbatas: PT Y tersebut, selanjutnya akan disebut juga PIHAK KEDUA, mempunyai suatu ‘‘assembling plan’’dan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah pernah dibuat perjanjian kerja assembling.
3. Bahwa kedua belah pihak telah bersetuju untuk membuat perjanjian kerja untuk asembling kendaraan completely knocked down (CKD) dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut.

PASAL 1

PIHAK PERTAMA: menempatkan pekerjaan perakitan (assembling) kendaraan-kendaraan dalam keadaan CKD dan;
PIHAK KEDUA: melaksanakan perakitan (assembling) kendaraan-kendaraan tersebut di bawah ini:
1. Merek kendaraan : [ .......................]
Model : [.......... .............]
2
Jenis : [........................]
2. Banyaknya: [..........] unit, dalam jangka waktu [.........] bulan dengan ketentuan [.......] unit perbulannya sedikitnya.

PASAL 2

1. PIHAK PERTAMA menyerahkan peti-peti, krat-krat, dan bungkusan-bungkusan kendaraan yang masih berbentuk CKD kepada PIHAK KEDUA di-assembling plan selambat-lambatnya [........] hari kerja sebelum kendaraan-kendaraan dimulai perakitannya.
2. Peti-peti, krat-krat, dan bungkusan-bungkusan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA tersebut pada ayat 1 pasal ini akan diperiksa bersama-sama dan surat pembongkaran (unpacking statement) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak merupakan serah terima dari PIHAK PERTAMA dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
3 PIHAK PERTAMA bertanggung jawab sepenuhnya atas kekurangan dan/atau kehilangan /kerusakan onderdil tersebut yang terjadi sebelum diadakan serah terima sebagai mana tersebut pada ayat 2 pasal ini
4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sepenuhnya atas kekurangan dan/atau kehilangan/kerusakan onderdil tersebut yang terjadi sesudah diadakan serah terima sebagaimana tersebut pada ayat 2 pasal ini dan selama berada di ‘‘asembling plan’’ sampai diserahterimakan kembali dalam bentuk kendaraan dalam keadaan jadi kepada PIHAK PERTAMA {sesuai dengan kualitas dan ketentuan-ketentuan lain yang ditetapkan, atau dengan suatu persetujuan bersama yang dibuat).

PASAL 3

1. Biaya pembinaan ditentukan sebagai berikut:
Model: [...............] biaya perakitan [.................] dan rear body. [..............] per unit.
Biaya perakitan ini adalah berdasarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku, khususnya dari Menteri Perindustrian/Perdaganagan Republik Indonesia maka dengan demikian kedua belah pihak bersetuju bahwa di kemudian hari biaya perakitan tersebut dapat dirubah seseuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku dari yang berwajib dan berdasarkan musyawarah dari kedua belah pihak.
Dalam jumlah biaya perakitan tersebut di atas telah termasuk segala pajak-pajak yang berhubungan dengan perakitan ini.
2. Biaya perakitan dibayar setelah PIHAK KEDUA menyerahkan kendaraan tersebut dalam keadaan selesai sama sekali (completly built up) dan setelah diperiksa dan diterima oleh pemeriksa pihak pertama, dan pembayaran tersebut tiap-tiap bulan sebelum tanggal [............], kecuali apabila menyetujui cara pembayaran lain..
3. Ongkos pembongkaran peti-peti, krat-krat, bungkusan-bungkusan kendaraan belum termasuk dalam jumlah tersebut dalam sub a pasal ini di atas:
a. Jika alat-alat pembungkus dari kendaraan diambil kembali dari PIHAK PERTAMA, maka ditetapkan untuk biaya pembongkaran Rp. [..................] untuk tiap peti/tiap-tiap kendaraan.
b. Jika alat-alat pembungkus menjadi milik PIHAK KEDUA maka tidak dibebankan ongkos pembongkaran peti-peti, krat-krat dan bungkusan-bungkusan. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atas biaya PIHAK KEDUA sendiri membuatkan dudukan sementara untuk kendaraan-kendaraan yang bersangkutan sebagaimana diminta oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 4

1. PIHAK KEDUA menyerahkan kendaraan-kendaraan tersebut pada PASAL 1 dalam keadaan jadi /jalan (ready and in running condition) kepada PIHAK PERTAMA.
Penyerahan dilakukan di-asembling plan PIHAK KEDUA di [..............] jalan [...........................] sesuai dengan ketentuan-ketentuan tambahan yang telah ditetapkan/disetujui bersama antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
2. PIHAK KEDUA wajib memuali dengan perakitan dalam waktu [.............] hari setelah diterimanya unit-unit CKD yang bersangkutan (yakni [........] unit dalam 1 lot) dari PIHAK PERTAMA
PIHAK KEDUA wajib menyelesaikan perakitan-perakitan kendaraan tersebut dan menyerahkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PASAL 7 di bawah ini, sedikit-dikitnya….kendaraan dalam keadaan completely bulit up sehari per 1 shift.
3. Dalam waktu 7 (tujuh hari sesudah pemberitahuan bahwa kendaraan selesai diassembling dan dapat diambil, PIHAK PERTAMA harus telah melaksanakan pengambilan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PASAL 7 di bawah ini.
Ongkos-ongkos pengambilan ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK PERTAMA menyimpang dari ketentuan ini dapat diadakan dengan persetujuan tersendiri antara kedua belah pihak, antara lain mengenai:
a. kehilangan,
b. sewa tempat/gudang, dan
c. keamanan.

PASAL 5

1. PIHAK PERTAMA mengadakan semua tecnical information yang menyangkut assembilng kendaraan, misalnya asembling manual, drawing/photos, assembling buletin, unit list atau built of materials dan menyerahkannya kepada PIHAK KEDUA, sehingga segala pekerjaan perakitan dapat disesuaikan dengan norma-norma atau ketentuan-ketentuan pabrik yang bersangkutan, yang dalam hal ini diwakili oleh PIHAK PERTAMA.
2. Bahan-bahan cat, bahan-bahan lain yang diperlukan untuk pembinaan tersebut dan processing materials wajib disediakan dan dibeli atas tanggungan PIHAK KEDUA sendiri.
Mengenai kualitas dari bahan-bahan tersebut di atas PIHAK KEDUA wajib meminta persetujuan PIHAK PERTAMA.
3. Agar supaya PIHAK KEDUA dapat membuat rencana produksi (production schedule), PIHAK PERTAMA harus telah memberikan perkiraan waktu (bulan dan minggu) tentang kedatangan peti-peti kendaraan di tempat PIHAK KEDUA.

PASAL 6

1. Quality control ditentukan dengan menggunakan inspection report menurut norma-norma tiap-tiap pabrik/merk atau sesuai dengan yang dibuat/dietujui oleh kedua belah pihak.
2. PIHAK PERTAMA dapat menempatkan ahli tekniknya untuk melaksanakan quality control sepanjang proses assembilng hingga final inspection dan PIHAK KEDUA menerima penempatan tenaga tersebut untuk keperluan pemeriksaan quality tersebut untuk disesuaikan dengan ketentuan quality seperti tersebut dalam ayat 1 pasal ini

PASAL 7

1. Kendaraan yang sudah dirakit dan telah diperiksa dan disetujui oleh ahli teknik dari PIHAK PERTAMA dengan membubuhi tanda tangannya, dianggap selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.
2. Sebagai bukti serah terima, tiap kendaraan dilengkapi dengan DO (delivery order) dan pernyataan penerimaan yang memuat antara lain inspection report seperti tersebut dalam pasal ini pada ayat 1.

PASAL 8

1. PIHAK KEDUA bersedia membayar klaim/denda kepada PIHAK PERTAMA apabila penyerahan kendaraan tidak sesuai dengan waktu-waktu yang tersebut dalam PASAL 4 dan 7 di atas, sebesar [...............] untuk tiap kendaraan yang belum diserahkan, kecuali jika kelambatan penyerahan ini terjadi karena:
a. Tidak tepatnya pengiriman peti-peti seperti tersebut dalam PASAL 2 ayat 1.
b. Tidak lengkapnya diterima peti-peti dari PIHAK PERTAMA.
c. Kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan dari isi peti yang diterima oleh PIHAK KEDUA dari PIHAK PERTAMA.
d. Kejadian-kejadian yang di luar kemampuan pengendalian/pencegahan PIHAK KEDUA (force majeure).
e. Tidak tepatnya pembayaran seperti tersebut dalam PASAL 3 ayat 2.
2. Dalam hal kelambatan penyerahan yang berulang ulang yang disebabkan oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA berhak mengakhiri perjanjian ini dan perjanjian ini dianggap batal sejak tanggal diterimanya oleh PIHAK KEDUA pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA mengenai pembatalan tersebut dan kedua belah pihak dengan ini melepaskan (renuntieren) semua ketentuan-ketentuan yang termaksud dalam PASAL 1266 dan PASAL 1267 KUH Perdata.

PASAL 9

PIHAK PERTAMA bersedia membayar denda kepada PIHAK KEDUA:
a. Bila PIHAK PERTAMA tidak melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam PASAL 3 ayat 2 di atas, seharusnya [....................] dari jumlah yang terhutang.
b. Bila PIHAK PERTAMA tidak menyelesaikan pembayaran tersebut dalam PASAL 3 ayat 2 di atas sampai untuk [.........] unit, maka PIHAK KEDUA berhak mengakhiri perjanjian ini.
c. Bila dalam waktu [...........] bulan, kendaraan-kendaraan yang telah dirakit tidak diambil maka PIHAK KEDUA diberi kuasa penuh oleh PIHAK PERTAMA, yang tidak dapat ditarik kembali untuk melakukan penjualan kendaraan-kendaraan dan menyerahkan hasil penjualan ini kepada PIHAK PERTAMA setelah dikurangi dengan jumlah uang yang menjadi hak PIHAK KEDUA serta ongkos/biaya denda tersebut pada ayat 1 pasal ini.

PASAL 10

Perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak dengan itikad baik dan kedua belah pihak tidak bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di luar kekuasaan manusia, seperti huru-hara, pemogokan, kebakaran dan kejadian-kejadian force majeure lainnya seperti kelaziman menurut ketentuan-ketentuan hukum:
a. Segala macam perselisihan yang mungkin timbul antara kedua belah pihak mengenai perjanjian ini atau pelaksanaannya, akan diselesaikan secara musyawarah antar kedua belah pihak.
Jika mengenai suatu perselisihan tidak dapat dicapai penyelesaian atas dasar musyawarah, maka masing-masing pihak menunjuk seorang arbitrer, 2 orang arbitrer yang ditunjuk itu bersama-sama akan menunjuk seorang arbitrer ketiga sebagai arbitrer kedua. Jika kedua orang arbitrer tersebut terdahulu tidak berhasil atau tidak dapat menunjuk arbitrer ketiga dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah mereka yang terakhir ditunjuk, maka penunjukan arbitrer ketiga tersebut akan dilakukan oleh ketua pengadilan negeri [..........................].
Dalam hal salah satu pihak tidak berhasil menunjuk seorang arbitrer dalam waktu 14 (empat belas ) hari setelah dimintanya oleh pihak yang lain, maka arbitrer yang telah diangkat itu akan duduk sendiri sebagai badan arbitage.
Keputusan-keputusan yang diambil oleh badan arbitrase yang dibentuk menurut syarat-syarat di atas akan mengikat kedua belah pihak.
Ongkos peradilan arbitrase akan ditanggung oleh pihak yang dikalahkan.
b. Semua ketentuan-ketentuan tambahan atau perubahan-perubahan dalam perjanjian ini hanya dianggap sah, jika dibuat dengan tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.
c. Atas perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak menyatakan sepenuhnya berlakunya hukum negara republik Indonesia.

PASAL 11

Mengenai perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih tempat tinggal yang tetap dan seumumnya di kepaniteraan Pengadilan Negeri [ ......................].

Dibuat : [...............................]

Tanggal : [...............................]

PIHAK KEDUA                                           PIHAK PERTAMA
[..................................]                   [...................................]

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT PENCABUTAN PERKARA

November 8th, 2013 No comments

Hal : Pencabutan Perkara

Kepada Yth.
————-
No.————————
Pengadilan —————————–
di
———————–

Dengan Hormat

Untuk dan atas nama Penggugat perkenankanlah kami menyatakan mencabut gugatan perkara perdata di Pengadilan ————————- dibawah register No.——————-. dengan segala akibat hukumnya, atas nama klien kami yang bernama : ———, umur ——–tahun, pekerjaan ———–, bertempat kediaman —————-

Melawan Tergugat yang bernama : —————, umur ——- tahun, pekerjaan ——-, bertempat kediaman di ———

Demikian surat pencabutan ini kami sampaikan, karena antara klien kami sebagai Penggugat telah menyelesaikan perkaranya secara damai dengan Tergugat, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Kuasa Hukum Penggugat,

——————————

Categories: Uncategorized Tags:

Training Bisnis Pak Sulhadi

August 26th, 2013 No comments

Sebenarnya banyak sekali kemampuan-kemampuan dasar yang harus kita kuasai jika ingin sukses di dalam dunia bisnis. Tidak melulu harus belajar masalah penghitungan atau pemasaran. Seorang pengusaha yang ingin sukses juga harus belajar membuat surat yang memang sangat beraneka ragam jenisnya. Namun salah satu yang paling sering kita jumpai di dunia bisnis adalah surat dinas. Bukan berarti jika menggunakan kata dinas lalu surat tersebut ada hubungannya dengan pemerintah. Istilah ini sendiri juga sering dikaitkan dengan segala sesuatu yang berbau kelembagaan baik itu pemerintah maupun swasta. Dan jika swasta maka secara langsung juga bisa dikaitkan dengan dunia bisnis yang sebenarnya sangatlah umum dan luas.

Kemampuan Membuat Surat Dinas
Bisa dikatakan jika membuat surat, apapun itu bentuknya, memang susah-susah gampang karena kita harus bisa menyampaikan isinya dengan bahasa yang jelas serta mudah dipahami. Oleh karena itu kemampuan membuat elemen yang satu ini tidaklah boleh diremehkan. Banyak pengusaha yang biasanya akan menyerahkan tugas menulis seperti itu pada sekretaris. Namun bagaimana jika kita tidak punya sekretaris? Apa ya harus cari dulu? Karena itu sangatlah penting bagi kita untuk sekedar memiliki sedikit kemampuan menulis khususnya surat dinas jika memang akan ada kepentingan dinas yang harus segera dilakukan. Jika kita sudah mahir kan tidak perlu lagi tergantung pada orang lain.

Pelatihan Bisnis Pak Sulhadi
Bagi Anda yang masih bingung karena tidak tahu cara membuat surat yang baik dan benar khususnya untuk surat yang berkaitan dengan bisnis, sekarang ini ada seminar serta pelatihan atau training bisnis khusus yang diselenggarakan oleh Pak Sulhadi. Dengan mengikuti training bisnis seperti ini, Anda dapat belajar banyak keterampilan dan juga hal-hal penting yang berkaitan dengan dunia bisnis termasuk keterampilan membuat surat dinas yang kata orang memang cukup sulit untuk dibuat. Dengan keterampilan seperti itu, niscaya Anda bisa langsung membuatnya sendiri dengan lebih cepat ketika akan ada anak buah Anda yang tugas dinas dan memerlukan pengantar.

Dalam pelatihan bisnis yang diselenggarakan Pak Sulhadi, Anda tidak perlu takut rugi karena Anda akan mendapatkan informasi serta keterampilan-keterampilan yang pastinya akan sangat berguna bagi Anda, misalnya keterampilan menulis surat khususnya surat dinas. Mungkin usaha Anda sudah memiliki pembagian kerja yang jelas. Namun sebenarnya tidak ada salahnya jika seseorang itu memiliki kemampuan dan keterampilan yang lengkap apalagi saat terjun ke dunia usaha karena di dunia seperti ini diterapkan hukum “waktu adalah uang”. Jadi jika kita bisa mengerjakan urusan-urusan tersebut seorang diri, mengapa tidak? Toh nanti jika karyawan kita ada yang dikirim untuk tugas dinas maka kita sendiri yang akan kerepotan.

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT DINAS

May 27th, 2013 No comments

==================================================

Nomor : 016/SMA Lmg/XII/2012 Lamongan, 27 April 2012
Lampiran : 1 Lembar
Perihal : Pemberitahuan

Kepada
Yth, Bapak/Ibu/Orang Tua/Wali Murid
Di Lamongan

Dengan Hormat,

Agar terwujudnya keinginan anak-anak kami semua yaitu lulus dengan nilai yang sempurna, kami telah membuat suatu langkah agar anak-anak Ibu dan Bapak semua dapat lulus dengan hasil yang maksimal.
Harapan kami Bapak dan Ibu berkenan memberikan motivasi demi kesuksesan program belajar kami yaitu sukses mencapai UN. Acara ini akan kami selenggarakan pada:

Hari, tanggal : Selasa, 17 Agustus 2012
Waktu : 08.00-12.00 WIB
Tempat : Aula  Pertemuan Lt.3 SMAN 2 Lamongan
Motivator : Bpk. Tukul Arwana

Tujuan dari acara ini adalah agar Bapak dan Ibu dapat memberikan motivasi dan dukungan semangat belajar kepada siswa. Dengan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian, kami berharap anak murid dapat lebih efisien mempergunakan waktu yang singkat ini untuk rajin belajar.
Sekian pemberitahuan dari kami. Atas perhatianyya kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMA Negri 2 Lamongan

Bpk. Dahlan Iskak

Categories: Uncategorized Tags: